Pemkab Kukar Targetkan 2024 Layanan Air Bersih Dirasakan Seluruh Masyarakat
Subkor
Perencanaan Pemanfaatan Ruang dan Permukiman Endi Hasary
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan pada 2024 mendatang, pelayanan
kebutuhan dasar masyarakat, salah
satunya adalah air bersih bisa dirasakan seluruh masyarakat. Artinya tidak ada
masyarakat yang mengeluhkan pelayanan air bersih, bahkan belum menikmati air
bersih.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Kukar Sy. Vanesa Vilna melalui Subkor Perencanaan Pemanfaatan
Ruang dan Permukiman Endi Hasary mengatakan, sesuai dengan target Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026, bahwa pemerintah daerah
akan menuntaskan permasalahan air bersih, pada 2024.
"Berbagai upaya yang telah dilakukan,
untuk memaksimalkan pelayanan dasar khususnya air bersih. Diantaranya kami
membangunkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), jaringan SPAM, hingga Water
Treatment Plant atau Instalasi Pengelolaan Air," kata Endy Hasary kepada
Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Jum'at (18/8/2023).
Sementara masih ada sekitar 24 desa yang
belum menikmati kebutuhan air bersih. 24 desa tersebut tersebar di semua zona,
ada yang zona hulu, tengah, dan pesisir, dan rencananya akan dibangunkan SPAM
pada akhir tahun ini.
"Tahun ini ada 9 desa dan 2024 ada 15
desa yang akan dibangunkan SPAM diantaranya di desa Lekak Kidau, Bukit Kayang,
Handil Terusan, Gunung Sari, Semayang, Bukit Jering, Liang Buaya, Enggelam dan
lainnya," ucapnya.
Ia menyebutkan, pada 2024 mendatang juga
fokusnya ialah optimalisasi peningkatan jaringan. Sementara Pemkab Kukar pada
perubahan RKPD 2023 akan menyiapkan ratusan milliar.
"Tapi saya kurang tahu nilainya, karena
ini masih tahapan KUA PPAS 2023, info terakhir sekitar 300 milliar,"
jelasnya
Ia mengakui, memang mengatasi permasalah air
bersih membutuhkan biaya yang cukup banyak, kalau pemasangan Sambungan Rumah
(SR) biayanya tidak terlalu banyak.
"Namun untuk pemasangan jaringan
distribusi utama (JDU) yang membutuhkan biaya banyak, karena ada pengadaan pipa
distribusinya," ungkapnya
Dirinya berharap, pembangunan SPAM oleh
pemerintah daerah dapat dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Sehingga alat
tersebut tidak sia sia, dan nantinya SPAM tersebut akan dikelola oleh
Bumdes.(riz/adv)